Stanleykartawinata's Blog

being simple but perfect

Media massa yang tak bersahabat

leave a comment »

Media Massa yang Tak Bersahabat

Pada tanggal 14 januari 2010 salah satu perusahaan medrel yang bernama Kidzona mengadakan konferensi pers. Kidzona sebagai salah satu organisasi yang peduli terhadap tumbuh kembang anak bekerja sama dengan psikolog Yoentoro Mikael. S.Psi. Cindy Setiawan, Humas Global TV, Stanley Kartawinata, Organisasi Peduli Anak serta Astried Ayu Angela, Ahli Autism yang menjadi sponsor dalam kampanye kami yang kurang lebih akan dilaksanakan dalam periode waktu 6 bulan untuk mengajak masyarakat, media, serta pemerintah untuk bersama-sama berpartisipasi aktif dalam usaha memberikan informasi bagi orang tua anak dalam pendidikan terutama dalam pengawas dan pemantauan terhadap media, yang dalam hal ini adalah televisi.

Dalam tahap jangka pendek , sasaran utama keberhasilan dari kegiatan kampanye ini ditujukan kepada para orang tua di Indonesia khususnya di kota – kota besar , karena dari hasil riset penelitian disebutkan bahwa memang terdapat usaha untuk menggerakan para orangtua agar mengarahkan anak-anak mereka supaya menonton program atau acara yang dikhususkan untuk mereka saja, namun pada prakteknya, sedikit sekali orangtua yang memperhatikan ini dan rata-rata waktu orang tua bercakap-cakap secara sungguh-sungguh dengan anaknya hanya 38,5 menit per minggu.

Tema yang akan diangkat oleh Kidzona adalah ”Televisi Sahabat Kita”. Kidzona mengangkat tema ini , karena dewasa ini, media massa dengan program-programnya yang memperlihatkan kerusakan moral dan kekerasannya, sedang merobohkan dinding yang menjadi tembok pemisah antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Fenomena seperti ini menunjukkan bahwa anak-anak zaman kini dibebaskan untuk melihat apa yang seharusnya hanya ditonton oleh orang dewasa dan hal ini dapat berdampak buruk bagi anak-anak itu. Di antara berbagai media massa, televisi memainkan peran yang terbesar dalam menyajikan informasi yang tidak layak dan terlalu dini bagi bagi anak-anak. Menurut para pakar masalah media dan psikologi, di balik keunggulan yang dimilikinya, televisi berpotensi besar dalam meninggalkan dampak negatif di tengah berbagai lapisan masyarakat, khususnya anak-anak. Pesan dari tema ini ditujukkan kepada target audience yakni masyarakat, khususnya para orang tua dengan kondisi ekonomi dari B sampai C , dan untuk usia dari 30 tahun–45 tahun. Dan untuk pemerintah agar berpartisipasi aktif dalam mengawasi isi siaran. Pengawasan terhadap siaran televisi diatur dalam standar pengawasan yang di sebut P3-SPS atau Pedoaman Program Penyiaran Standar Program Siaran, disana diatur apa yang boleh disiarkan dan apa yang tidak boleh disiarkan.

Softnews, Stanley Kartawinata / MC11-1B, (2007 110055)

Written by stanleykartawinata

April 7, 2010 at 4:24 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: